Foto: Kegiatan Public Speaking yang diikuti DWP Kabupaten Halmahera Tengah di Bali, tampak Penasehat DPW Rallia Ikram M Sangadji dan Ketua DWP Mutmainnah Bahri dan pengurus serius mengikuti paparan materi.
WEDA – Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Halmahera Tengah Rallia Ikram M Sangadji mendampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Mutmainnah Ali bersama pengurus mengikuti kegiatan pelatihan public speaking, yang dilangsungkan di Bali, tepatnya di hotel Fashion, Grand Ballroom Fashion Suite, Rabu (26/6/2024).
Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas seni berpidato seni komunikasi lisan secara efektif bagi pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Halmahera Tengah.
Kegiatan itu menghadirkan pakar publik speaking, yaitu Ni Ketut Sri Sumahardani yang juga sebagai Public Speaker Professional, Konsultan Layanan dan Humas Capital, Penulis/Kolom dan Buku.
Penasehat DWP Halteng Rallia menyampaikan bahwa pelatihan publik speaking dianggap penting lantaran dapat terlihat dari banyaknya kaum perempuan yang mampu menduduki jabatan tinggi. “Sebagai pejabat tentu ada pesan-pesan yang disampaikan ke masyarakat. Pola berkomunikasi pun sangat penting untuk dikuasai. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan workshop public speaking ini,” jelasnya.
“Sebagai penasehat Darma Wanita Persatuan bersama Ketua DWP Halteng berharap semoga dengan kegiatan ini ibu-ibu DWP makin meningkatkan kualitas perempuan Halteng,” lanjut Rallia penuh harap.

Ketua TP-PKK Halteng itu juga mengaku perempuan yang mendapat kepercayaan sebagai pejabat sangat penting menguasai kemampuan public speaking. Pasalnya, Ia akan bertugas menyampaikan ke masyarakat, program-program pemerintah. “Penyampaian yang benar akan membuat masyarakat mengerti. Penampilan, senyum, gestur, dan kemampuan diri merupakan hal-hal yang bisa dapat dengan menguasai public speaking. Jangan sampai cerdas sendiri tetapi tidak bisa menyampaikan ke masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu Sri Sumahardani menjelaskan kemampuan public speaking merupakan ilmu yang bisa dipelajari dan harus sering dipraktikkan. “Pejabat perempuan yang punya ilmu public speaking akan hebat. Bisa bicara di depan umum. Suami bangga lho kalau istri jago bicara di depan umum,” pungkasnya.
Sri Sumahardani memaparkan, dari hasil penelitian, ada tiga hal yang ditakutkan manusia, yakni ketinggian, kematian, dan public speaking. Penelitian lain menyebutkan 80% orang cemas, khawatir, tidak bisa tidur kalau harus berbicara di depan publik.
Perempuan yang juga jago menyanyi dan menjadi MC pun memberikan kiat menghilangkan ketakutan atau grogi saat berbicara di depan umum. “Banyak berlatih membaca cepat, membaca puisi, bercerita, bernyanyi merupakan modal untuk jago public speaking,” akunya.
Selain itu, kata Sri Sumahardani bahwa untuk menghilangkan kecemasan atau mengusir rasa takut maka ubahlah fokus, rileks, prepare dan practice, dan just one click merupakan kiat ampuh. “Bagi yang kerap mengalami grogi dianjurkan untuk berlatih pernafasan tujuh kali selama tujuh kali. Artinya, tarik nafas tujuh detik, tahan tujuh detik, lalu hembuskan selama tuju detik. Lakukan hal ini sebanyak tujuh kali agar nyaman dan tenang,” terangnya.
Latihan membaca puisi juga penting agar kita mengerti intonasi. Kapan saatnya nada rendah dan kapan nada tinggi. Kalau nada monoton, orang yang mendengarkan akan merasa bosan. Berlatih di depan cermin (mirror effect) juga menjadi sarana melihat penampilan diri. “Makin sering berlatih akan membuat orang makin percaya diri untuk berbicara di depan umum,” sebutnya
Sri juga memberikan kiat dalam memberikan pujian. Pujian yang disampaikan ke orang lain harus tulus, up to date, sesuai kenyataan. “Banyak orang yang mengaku jarang memberikan pujian. Ini sama artinya dengan pujian itu barang langka. Padahal untuk memuji itu caranya sangat mudah,” tegasnya.
“Sedangkan tips tersenyum yang elegan. Ternyata senyum itu juga mudah. Kalau mudah, mengapa tidak dicoba,” tutupnya. (red)










