Sukses Ternak Bebek Pedaging, Panen Perdana Dihadiri PJ Bupati

Foto: PJ Bupati Ikram M Sangadji menghadiri panen perdana bebek peking pedaging kelompok usaha desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan.

WEDA – Penjabat Bupati Halmahera Tengah Dr. Ir. Ikram M. Sangadji, M.Si menghadiri panen perdana bebek peking pedaging, hasil unit usaha Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan pada Kamis 13 Juli 2023.

Melihat hasil panen itu, Ikram meminta Kepala Desa Wairoro Indah agar menambah kelompok peternak tersebut. “Pak Kades kalo disini tambah 1 kelompok lagi. Tapi uangnya dari kita, dari Pertanian. Kan cuma 172, tapi saya mau desa yang kerja. Desa saja yang kerja, biar uang berputar disini. Itu bisa swakelola ya di Desa ya,” ucap Ikram.

PJ Bupati juga meminta kepada Kaban BPKAD Halteng Abdurahim Yau terkait beberapa desa mau mengajukan revisi. Menurutnya review ADD nya, kalo dilihat progres di lapangan, mereka pikir, yang produktif-produktif kemudian untuk pengentasan kemiskinan dilakukan, karena kita tidak pernah mereview ADD. “Baru review satu, yaitu untuk rumah layak huni,” jelasnya.

Dikatakannya, ada beberapa desa itu mau mengajukan, nanti tinggal kita sepakati saja, kalo bisa di review dari situ bisa. “Sehingga kita tambah satu udah jadi tiga kelompok. Sehingga ketika produksi, produksinya banyak,” tandasnya.

“Jadi kalo mau yang produktif-produktif begini, tong coba ya, ada beberapa desa, tapi ini harus belajar dulu ke pak Uban atau pak kades supaya jangan mati,” terangnya.

PJ Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada Kades Wairoro Indah, para kelompok peternak bebek, Kadis PMD dan juga bapak ibu yang ikut membantu. “Kita selalu rame-rame ya, kita selalu bersama-sama supaya apapun hasilnya kita lihat sama-sama, apapun kekurangannya kita nikmati sama-sama. Kalo dia bagus alhamdulillah kalo dia belum bagus mari kita perbaiki, tidak usah saling menyalahkan,” beber Ikram.

Ikram menginginkan agar segala sesuatu itu sama-sama merasakan kebaikan, dan sama-sama mempertanggung jawabkan kesalahan, dan sama-sama berpikir dan bekerja untuk mencapai tujuan bersama. “Bukan Bupati, bukan Sekda, bukan Staf Ahli, bukan Asisten, bukan Pimpinan OPD, bukan Camat, bukan Kades tapi berhasil dan tidaknya itu bergantung kepada masyarakat,” tegasnya.

“Maju atau tidak ya, bergantung pada torang. Sudah torang ingin maju, kalo masyarakat mau berhasil pasti jadi, tapi kalo maju harus bersama-sama dengan torang. Supaya maju bersama, bukan mundur bersama,” tandas Ikram.

Sementara itu Camat Weda Selatan, Bambang Wedarto menyampaikan panen bebek peking pedaging yang dikelolah oleh kelompok usaha di desa Wairoro Indah ini merupakan usaha yang cukup menjanjikan, mengingat karena permintaan untuk di Wairoro saja, belum panen sudah ada yang pesan. “Pengusaha-pengusaha warung sudah ada yang pesan, ada yang 10 ekor ada yang 20 ekor, sudah pesan tapi karena ini belum kita panen perdana sehingga nanti di panen dulu baru di pesan,” ujarnya.

Camat mengatakan hasil panen ini belum di distribusi keluar. “Nanti insyaallah kalo misalnya berkembang dan ini bisa di tingkatkan kita bisa melayani sampe ke Weda dan ke PT. IWIP,” terangnya.

Bambang Wedarto juga mengatakan ada beberapa kendala yang dialami oleh kelompok usaha, yakni terkait pakan yang cukup mahal. Dan harus dibeli dari luar, dengan harga per sak 650 ribu. “Pakan dibeli dari Tobelo dan cukup jauh, kendala kedua adalah belum ada mantri hewan atau dokter hewan sehingga ada beberapa penyakit yang kemudian tidak bisa kami atasi, baik itu bebek maupun usaha ternak yang lain,” pungkasnya.

Dikatakannya dari 500 ekor ada beberapa yang mati, kemudian SDM nya juga, terutama penangan penyakit hewan. “Karena itu kita butuh dukungan dari berbagai pihak utamanya obat dan pakan,” jelas Camat.

Sebagaimana diketahui dari tota 1000 ekor kemudian yang panen perdana sebanyak 300 ekor lebih, dengan harga antara Rp 90.000 sampai Rp100.000 per ekor. “Jadi kalau 300 ekor itu 30 juta lebih dalam 40 sampai dengan 45 hari,” urainya.

Camat Weda Selatan menyampaikan apabila jumlah bebek ditingkatkan menjadi 10.000 ekor, itu berarti uang yang berputar dan dikelola oleh kelompok serta masyarakat itu cukup luar biasa. “Ini saya yakin dan percaya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Halteng yang sama-sama pak Bupati lagi berusaha keras menurunkannya,” pungkasnya.

Sedangkan Kades Wairoro Indah H. Baharuddin mengatakan, sebagai kepala desa terkait dengan anggaran yang digunakan pada usaha bebek peking itu bersumber dari dana desa tahun 2023 dengan total anggaran Rp 172 juta. “Kelompok unit usaha bebek terdiri dari satu kelompok dengan anggota 5 orang,” jelas Kades

Kedepan Kades Berharap dengan adanya kelompok ini menjadi lebih sukses. “Jadi 1 kelompok ini 1000 ekor, jadi kalo 10 kelompok 10.000 ekor dengan durasi 45 hari satu kali panen,” akunya.

“Untuk sementara ini satu kelompok dulu, alhamdulillah itu sukses, karena apa, saya lihat sedikit saja yang berpengalaman apalagi kalo kita sudah pengalaman, ke depan akan lebih bagus lagi,” sebutnya.

Kades mengaku kelompok ini didampingi oleh pemerintah desa dan BPD sebagai pengawas dalam pembinaan dana. “Jadi saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Pak Kepala Dinas PMD dan Pak Uban dan kelompok yang telah bersusah payah membantu kami untuk mengangkat ekonomi desa,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *