WEDA – Penjabat Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan mutu pendidikan yang dimulai sejak usia dini.
IMS biasa PJ Bupati Halteng disapa mengatakan pendidikan PAUD adalah bibit, sehingga perlu dirawat dengan baik sehingga tumbuh dan berkembang dengan baik. “Dan itu semua bergantung pada peran guru PAUD,” ucap IMS saat menghadiri HUT Himpaudi ke 18 tahun 2023 di Aula Salahuddin bin Talabuddin.
Dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) Halteng yang unggul dan berdaya saing tersebut tahun ini, IMS mulai membangun sekolah terpadu di SMP 25 Halteng. Paud, SD dan SMP. Nanti siswa yang masuk di PAUD, SD dan SMP harus diseleksi lewat tes. “Guru juga yang mengajar di sekolah terpadu akan dites,” katanya.
Kalau guru negeri atau swasta yang mau ikut jadi guru di sekolah terpadu dia harus tes. “Saya akan panggil asesor dari luar kemudian diseleksi. Dan guru yang mengajar disitu digaji sekitar Rp 15 juta,” akunya.
Tentu, gaji guru PAUD, SD dan SMP akan beda. Untuk itu sekolah pun dari pagi sampai sore. “Jadi guru tidak hanya bahasa inggris, dan bahasa Cina tapi juga harus bisa bahasa Prancis,” terangnya.
Walaupun PAUD harus ada kriteria khusus. Karena saya ingin produk ini bisa menjadi generasi unggul dan bisa diterima di perguruan ternama. “Jadi target 10 tahun kedepan, kalau orang bilang sia A anak itu hebat itu dari mana, dari Halteng. Jang orang bilang hebat suka hujat orang. Itu tidak sesuai falsafah Fagogoru,” pungkasnya.
IMS sendiri sudah 17 negara yang telah ia sambangi. Dan dalam setiap pertemuan internasional sangat jarang ada orang Maluku Utara. Untuk itu generasi ini perlu disiapkan. “Ini bukan kesalahan bunda sekalian atau bunda PAUD, tapi cara kita yang salah,” bebernya.
Tak itu saja, Ikram mengaku pilot projek sekolah terpadu di SMP 25, tahun ini mulai dibangun dan dilanjutkan tahun 2024 dan pada Agustus 2024 sudah mulai seleksi siswa. “Ibu-ibu yang punya cucu harus disiapkan dari sekarang,” tukasnya.
Buktinya lanjut IMS, metode gasing yang dilakukan bisa sukses dan ada 10 orang guru Halteng jadi trainer nasional. “Ini luar biasa. Padahal sebagian bukan guru matematika tapi mereka bisa dan mampu menjadi guru matematika dan menjadi trainer nasional,” tegasnya.
“Jadi menur saya Halteng ini kurang diberi kesempatan saja. Bukan bibit itu tidak ada tapi kurang diberi ruang,” jelasnya.
Untuk itu kita mulai dari PAUD. Sistemnya sekolah sambil bermain, tapi intelegensia nya akan kuat. “Jadi SMP 25 tahun depan sudah rekrut siswa baru dengan sistem seleksi ketat. Karena asesor dari luar,” katanya lagi.
“Siswa yang sudah masuk disitu tanggungjawab orang tua hanya 25 persen sisanya 75 persen tanggung jawab guru karena akan digaji mahal. “Karena output yang dihasilkan gridnya sangat tinggi. Karena yang kita inginkan adalah produk pendidikan di Halteng yang baik dan berkualitas,” seru IMS.
Jadi pilot projek ini. Setelah mereka selesai, mereka mau sekolah dimana kita akan seleksi dari prestasi (pake kuadran). Kuadran 1 kewajiban Pemda kasih beasiswa besar untuk kuliah di universitas terbaik.
Kuadran kedua juga diberi beasiswa dan kuadran tiga kita masukan ke politehnik (kimia, elektrik dan bahasa). Setelah selesai dari politeknik bis bekerja di industri pertambangan. “Mereka nantinya menggantikan tenaga skill⁸ dari luar. Itu struktur dan siklus pengembangan SDM di Halteng,” tandasnya.
Jadi apapun yang mau kita lakukan sudah dibahas secara bertahap karena kita baru memulai dan merencanakan sesuatu jangka panjang. “Tahun 2029 sudah ada anak Halteng sering muncul di tv karena kapasitasnya. Karena kita akan pacu SDM. Bukan kapasitas baku melawan,” tutupnya. (red










