Senyum Warga Soligi di Bulan Ramadan, Dapat Sembako Murah Dari Harita Nickel

OBI – Suasana di area Majelis Taklim Az-Zahra Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, mendadak riuh pada Jumat (20/2) sore. Puluhan warga tampak antusias memadati bazar sembilan bahan pokok (sembako) murah yang diselenggarakan oleh Harita Nickel dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

​Salah satu warga, Wa Ati, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya usai memborong tiga paket sembako sekaligus. Bagi ibu rumah tangga ini, inisiatif Harita Nickel hadir sebagai solusi di tengah tren kenaikan harga pangan menjelang puasa.

​”Sangat membantu kami para warga. Kami doakan semoga operasional perusahaan berjalan lancar,” ucap Wa Ati penuh syukur. Kini, ia mengaku lebih tenang karena stok kebutuhan dapur untuk keluarganya selama Ramadan telah tercukupi.

​Antusiasme warga Soligi memang beralasan. Paket sembako senilai Rp300.000 dapat dibawa pulang hanya dengan harga Rp150.000 (subsidi 50%). Setiap paket berisi 5 kg beras, 2 kg tepung terigu, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, dan 1 kaleng susu. Tak heran, ratusan paket ludes hanya dalam waktu satu jam setelah bazar dibuka.

​Menariknya, program ini tidak hanya meringankan beban pembeli, tetapi juga memberdayakan kelompok masyarakat lokal. Harita Nickel menggandeng empat mitra lokal di Desa Soligi, yakni tiga majelis taklim—termasuk Majelis Taklim Az-Zahra—dan tim PKK desa.

​Seluruh uang hasil penjualan sembako tersebut tidak dikembalikan ke perusahaan, melainkan dihibahkan sepenuhnya kepada kelompok mitra sebagai modal usaha. Maya, pengurus Majelis Taklim Az-Zahra, mengungkapkan kegembiraannya karena kelompoknya berhasil menjual 120 paket dan mengantongi dana sebesar Rp18 juta.

​”Kami sangat berterima kasih kepada perusahaan. Uang yang didapatkan ini akan kami gunakan sebagai modal usaha bersama,” ujar Maya sembari tersenyum.

​Bazar yang dijadwalkan berlangsung pada 20-23 Februari 2026 ini menyediakan total 480 paket sembako. Jika seluruh paket terjual, total omzet sebesar Rp72 juta akan berputar di desa sebagai penggerak ekonomi mikro.

​Community Relations Manager Harita Nickel, Riyadi Supriadi, menjelaskan bahwa pelibatan elemen masyarakat bertujuan agar manfaat program lebih berkelanjutan.

​”Kami ingin membantu meringankan beban warga sekaligus menumbuhkan kelompok ekonomi lokal di Soligi. Dengan menghibahkan hasil penjualan sebagai modal usaha, diharapkan akan muncul kemandirian ekonomi bagi kelompok ibu-ibu di sini,” jelas Riyadi.

​Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Soligi, Madaisi La Siriali. Ia menilai program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.

​”Kami berharap kolaborasi yang berdampak langsung bagi warga seperti ini dapat terus diperkuat,” pungkas Madaisi.

​Inisiatif Harita Nickel di Desa Soligi ini membuktikan bahwa dukungan perusahaan terhadap masyarakat lingkar operasional tidak hanya soal bantuan sesaat, tetapi juga tentang menanam benih kemandirian ekonomi yang inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *