Foto: Tim Asesor bersama peserta seleksi Sekda Halteng.
WEDA – Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah telah memasuki tahap kedua setelah dinyatakan lulu administrasi.
Ketujuh peserta yang mengikuti seleksi tersebut adalah Asisten I Husen Ali, Kaban BKPSDM Bahri Sudirman, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Arman Alting, Kadis Nakertrans, Hamka Mujuddin, Kadis Pertanian Yusmar Ohorella, Kaban Bappelitbagda Salim Kamaludin, dan Muh. Fitrah U. Ali.
Tim Assesor Sadek Arbi kepada media ini saat dikonfirmasi mengatakan mereka dari tim assesor BPSDM Malut, melanjutkan assesmen pada tahap kedua setelah para tujuh calon Sekda ini lolos pada seleksi administrasi. “Pada tahap kedua ini membantu Pansel untuk memetakan atau memotret soft kompetensi, meliputi kompetensi manajerial mulai dari integritas, kerjasama, pelayanan publik, melibatkan diri pada orang lain, pengambilan keputusan, sampai pada Sosiokultural,” ungkapnya.
Dikatakannya, tools-tools yang mereka gunakan adalah psikometrik untuk memetakan dari 7 orang peserta calon Sekda itu.
Karena kontribusi mereka pada asesmen ini sesuai Permenpan RB Nomor 15 tahun 2019 itu sebanyak 25 persen penilaiannya, nanti dilengkapi oleh pansel yang akan memotret atau memetakan hard kompetensi atau kompetensi bidang (yang lebih teknis) yang merujuk pada Kepmenpan RB 409 tahun 2019. “Jadi rujukan kami sama. Sehingga setelah ini diserahkan kepada Pansel untuk rekam jejak penulisan makalah dan wawancara,” katanya.
Ia menambahkan, setelah Pansel mengantongi hasil hard kompetensi maka selanjutnya dikirim ke KASN. “Jadi sebanyak tiga orang yang akan direkomendasi ke KASN,” cetusnya.
Sementara tim Assesor lainnya, Najemia M. Amin menyampaikan, dari ketujuh peserta calon Sekda itu akan bersaing, nilai yang akan diberikan itu tidak ada arahan dan sebagainya. Tapi betul-betul sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Silahkan peserta melaksanakan sesuai tools yang diberikan sesuai Permenpan yang diisyaratkan. “Dan yang kedua kami sebagai asesor tidak ada beban. Bahwa ini betul-betul kami menyeleksi yang terbaik, nantinya hasil dari seleksi ini akan diumumkan tiga orang yang dinyatakan lolos, empat yang jatuh,” jelasnya.
Menurutnya, mereka akan melihat putra-putra Halteng yang memiliki kompetensi. Karena saat ini kepala daerah masih penjabat.
Sehingga nanti kedepan ada kepala daerah definitif. Tentu sekda yang hari ini diseleksi nantinya bisa bekerja sama dengan baik dengan kepala daerah (bupati) terpilih.
Jadi tidak ada kepentingan disini. Dan integritasnya sangat tinggi, artinya mereka tidak ada kepentingan lain. Jadi betul-betul profesional, kalau nilainya bagus ya bagus. “Jadi seleksi ini jangan sampai diibaratkan membeli kucing dalam karung. Bagaimana inovasi dikembangkan, karena dari inovasi itu ada dana DID. Inilah calon-calon pemimpin yang memang betul betul kompeten,” pungkasnya.
Waktu yang sama tim Assesor Amon Tide menuturkan, ini adalah proses seleksi, ada dua kompetisi yang ingin mereka gali, yang pertama kompetensi terkait dengan psikometri, kemampuan kerja dan sebagainya. Dan juga kompetensi manajerial sesuai Permenpan 15.
Dan semua hasil itu ketika dalam prosesnya tinggal bagaiman mereka membuat laporan. Tentunya laporan itu berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing orang.
Misalnya manajerial memenuhi syarat dan belum memenuhi syarat. Kemudian untuk kompetensi optimal, belum optimal dan tidak optimal. “Jadi dua komponen ini dirangkum menjadi satu sehingga kita dapatkan hasilnya, yaitu dari tujuh orang akan lolos tiga orang dan empat orang akan gugur. Tiga orang itu akan direkomendasikan ke KASN,” tutupnya. (red)










