Sekda Dan Kepala Bapperida Hadiri Retreat Nasional, Sampaikan Sejumlah Usulan Pemda Halteng

Sekda Bahri Sudirman dan Kepala Bapperida Yunus Ahmad menghadiri retreat di IPDN, Jatinangor. (Foto:dok.zt)

Halteng – Sekertaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah mengikuti Retreat Nasional dan Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025 yang digelar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sejak 26 hingga 29 Oktober 2025.

Forum nasional ini menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan dengan prioritas nasional tahun 2026.

Dimana, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diikuti 552 Sekretaris Daerah (Sekda) dan 552 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) dari seluruh Indonesia.

Sekretaris Daerah Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Halteng, Yunus Achmad, turut mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut.

Kepala Bapperida Halteng, Yunus Achmad, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada sinkronisasi program kegiatan antara pemerintah pusat dan daerah dalam rangka penyusunan rencana pembangunan tahun 2026. “Rapat koordinasi ini difokuskan pada sinkronisasi program kegiatan tahun 2026. Arah kebijakan daerah tetap mengacu pada strategi yang diamanatkan dalam RPJMN, salah satunya pertumbuhan ekonomi,” ucap Yunus.

Ia menyebut, Halmahera Tengah saat ini mencatatkan laju inflasi 1,21 persen pada September 2025, yang mendapat apresiasi langsung dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sebagai capaian positif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Yunus juga mengatakan bahwa Pemda Halteng menyampaikan sejumlah usulan program strategis kepada pemerintah pusat melalui forum tersebut. “Untuk program kegiatan yang tidak bisa dibiayai melalui APBD, pemerintah pusat membuka ruang melalui form usulan daerah. Dari Halteng, kami telah mengajukan beberapa bidang prioritas,” jelasnya.

Kepala Baperida itu juga menyampaikan beberapa usulan dari Pemda Halteng, yaitu Bindang Kesehatan, Bidang Pendidikan, Bidang Infrastruktur, Pembangunan Dapur MNG dan Koperasi Merah Putih, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih termasuk RSUD Weda.

Yunus merinci, bahwa Bidang Kesehatan, berupa penguatan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).

Bidang Infrastruktur, melalui peningkatan ruas jalan Sif – Patani – lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bidang Pendidikan, dengan fokus pada percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.

Pembangunan Dapur MBG dan Koperasi Merah Putih, sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, serta pengembangan di sektor pertanian dan pendidikan.

Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda juga masuk dalam program strategis Pemda Halteng yang diusulkan untuk peningkatan status dari tipe D ke tipe C pada tahun 2026, dan telah menjadi bagian dari agenda prioritas Kementerian Kesehatan. “Kami berharap hasil sinkronisasi ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga program prioritas Halteng bisa terakomodir dalam rencana kerja nasional tahun depan,” pungkasnya.

Kegiatan Retreat Nasional dan Rakor Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga dengan Pemerintah Daerah dijadwalkan berakhir pada Selasa, 29 Oktober 2025, dengan sejumlah menteri dijadwalkan memberikan materi terkait kebijakan pembangunan nasional dan penguatan perencanaan daerah tahun 2026. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *