Ternate- Tempukan sampah memadati 2 titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara dikeluhkan warga. Tumpukan sampah ini sejak Selasa, 21 Januari 2024 .
Salah satu warga Kelurahan Dufa-Dufa, Aisya Hasan (47) mempertanyakan waktu pengangkutan sampah yang ada di TPS.
“Sesuai arahan dari pemerintah itu kan kita masyarakat diharuskan buang sampah di malam hari, karena waktu pengangkutan itu pagi, tapi kenapa sampah sampai di atas jam 10 pagi bahkan sampai sore baru di angkat oleh DLH. Kalau tau begini lebih baik tidak usah ada aturan waktu pembuangan, toh pemerintah (DLH) sendiri tidak siap atau lambat dalam pengangkutan,” ungkap Aisya dengan nada kesal, Kamis, 23 Januari 2024.
Ia bilang, sebagai masyarakat dirinya sudah menunaikan kewajiban dengan membayar pajak.
“Sampah yang banyak kita bawa ke TPS, yang sedikit kita bawa keluar taru di depan rumah. Semua kewajiban kita lakukan, terus DLH kerja apa sebenarnya?” tanya Aisya.
Selain dia, salah satu Mahasiswa Akademi Ilmu Komputer (Aikom) Ternate, Mirnawati Usman (23) juga mengeluhkan tumpukan sampah yang ada di depan kampusnya.
Menurutnya, sangat tidak tepat jika TPS dibangun di antara kampus dan sekolah.
“Torang (kami) mahasiswa kalau belajar itu sangat terganggu dengan aroma sampah dari TPS, bagaimana kita mau bisa fokus belajar. Kita (kami) saja yang mahasiswa merasa terganggu apa lagi ade-ade yang SMP,” kata Mirnawati.

Asbar, Warga Sangaji Utara juga mengeluhkan waktu pengangukutan sampah oleh DLH Ternate.
“Sampah di TPS jalan masuk menuju SKB ini sudah 3 hari dorang DLH belum angkat. Sampah pe bobou (bau sampah) ini mengganggu sekali,” tuturnya.
Sekedar diketahui kru zonatimur.id telah berupaya untuk mengkonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Muhammad Syafei. Namun, belum direspon sampai berita ini ditayangkan. (MI)










