Foto: PJ Bupati Ikram M Sangadji melaksanakan salat Idul Adha di Lapanga batu dua Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara.
WEDA – Masyarakat di Kecamatan Patani Utara khususnya warga Desa Tepeleo terlihat antusias melaksanakan salat Idul Adha 1444 Hijriah.
Pasalnya, baru kali ini atau di momen spesial Hari Raya Idul Adha ini, Pj Bupati Halmahera Tengah bersama istri Rallia M Sangadji dan sejumlah pejabat di daerah ini menunaikan salat Idul Adha di Desa Tepeleo.
Pelaksanaan salat idul adha berlangsung di Lapangan Batu Dua, Kamis 29 Juni 2023. Pada saat salat Idul adha Pj Bupati dikawal petugas sara Desa Tepeleo menuju tempat ibadah.

Diketahui yang bertindak sebagai Khatib ustadz Kamil Jumat, dan Imam adalah Zamrud Nasarudin.
Usai salat Pj Bupati bersama istri Rallia M Sangadji dan pejabat pemda melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat setempat sekaligus dirangkaikan dengan video conference terhadap tenaga kesehatan yang melaksanakan studi banding di Cina dan video conference dengan jamaah haji di Jeddah, Makkah.
Pada saat tatap muka dengan masyarakat Tepeleo bupati Ikram mengatakan bahwa kunjungan di desa-desa apalagi di Patani ini sudah yang ke sembilan kali. “Iya saya ingin dekat dengan masyarakat, beberapa waktu lalu saya tidur di tenda perumahan 13 Desa Yeisowo itu artinya saya ingin merasakan bersama masyarakat beda saat saya tugas di Jakarta,” jelas IMS.

“Daerah Ini melahirkan tokoh nasional dan menteri, Duta Besar, sampai pada pahlawan nasional yang patut harus kita ikuti jejak mereka,” imbuh IMS.
Saat saya berada di Jakarta informasi masuk telah terjadi Penyerangan Orang Tidak di Kenal (OTK) kepada petani saat berkebun. “Saya dengan Kapolres dan Dandim melakukan kunjungan di daerah Yeke, Mesa, Dotte dan Peniti di sana kami bertemu dengan masyarakat bercerita terkait informasi ini,” akunya.
“Adapun kunjungan kami bertemu dengan korban dan pihak keluarga. Saya Meminta Kepada Masyarakat agar jangan terprovokasi dengan isu-isu SARA biarkan dari TNI/Polri yang bekerja mengungkap kasus ini,” ucap IMS.
IMS juga mengatakan Kabupaten Halteng memiliki investasi pertambangan dimana para pekerja datang bekerja di daerah ini. Berkenan dengan itu dirinya memberikan instruksi kepada Dinas Dukcapil Halteng agar tidak lagi melayani pembuatan KTP dan perpindahan penduduk ke Halteng khususnya pencari kerja di tambang dan para pencari kerja bisa mengunakan KTP asalnya tanpa harus pindah penduduk Halteng lagi. “Selain itu juga pemerintah daerah telah bekerja sama dengan PT IWIP dimana atas kesepakatan kerja sama, telah di berangkatkan 24 tenaga kesehatan melaksanakan studi banding ke Cina,” tutupnya. (red)


















