Ketua TP PKK, Ny. Rallia Ikram Sangadji dan Wakil Ketua I Ona Ahlan Djumadil serta Ketua DWP Mutmainnah Bahri bersama pengurus mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran, Jumat (12/9/2025)
Halteng – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Halmahera Tengah, Ny. Rallia Ikram Sangadji dan Wakil Ketua Bidang I TP PKK, Ny. Ona Ahlan serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Mutmainnah Bahri bersama jajaran pengurus, mengunjungi korban kebakaran di Desa Were, Kecamatan Weda, pada Jumat (12/9/2025).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan TP PKK dan DWP Halteng menyerahkan bantuan secara langsung kepada para korban.
Bantuan ini diterima oleh para korban yang rumahnya hangus terbakar pada peristiwa kebakaran Selasa (9/9/2025) lalu, yang menghanguskan enam unit rumah serta satu unit toko.
Kehadiran pengurus TP PKK dan DWP diharapkan dapat memberikan dukungan moril dan meringankan beban para korban.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Kominfosandi Halteng, Andi Ismail Akbar, Kabag ULP Setda Halteng, serta sejumlah pengurus TP PKK dan DWP Kabupaten Halmahera Tengah.
Ketua TP PKK Halteng, Ny. Rallia Ikram Sangadji, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian bersama. “Ini adalah bentuk solidaritas kita terhadap saudara-saudara yang sedang ditimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan memberi semangat untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Senada Ketua DWP Halteng, Ny. Mutmainnah Bahri, juga menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah. “Kami dari Dharma Wanita Persatuan turut prihatin atas musibah kebakaran ini. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucapnya.
“Kami berharap bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat serta menjadi tanda bahwa pemerintah daerah bersama PKK dan DWP senantiasa hadir mendampingi masyarakat dalam kondisi apapun,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian, bantuan yang disalurkan berupa beras, minyak goreng, telur, mi instan, serta sejumlah uang tunai. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari para korban sambil menunggu upaya pemulihan dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah. (red)










