TIDORE – Semangat menjunjung tinggi hukum dan aturan telah menjadi bagian dari nilai luhur budaya warisan leluhur di Kota Tidore Kepulauan, yang selalu mengutamakan persatuan, keadilan, dan kesejahteraan bersama.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Sekretaris Daerah, Ismail Dukomalamo, saat membuka secara resmi Sosialisasi Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Jenjang SMP/MTs se-Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Handayani Dinas Pendidikan pada Rabu (10/6/2026).
Menyampaikan apresiasi Wali Kota, Ismail Dukomalamo menegaskan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore Kepulauan untuk membentuk karakter pelajar yang cerdas secara akademik sekaligus taat aturan.
”Kesadaran hukum tidak tumbuh dengan sendirinya. Hal ini harus ditanamkan, dibina, dan dikembangkan sejak dini di kalangan generasi muda. Merekalah yang akan meneruskan estafet pembangunan dan memegang kendali masa depan daerah ini,” ujar Ismail.
Ismail menambahkan, predikat Duta Pelajar Sadar Hukum merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar sebagai agen perubahan.
”Mereka adalah orang-orang terpilih yang nantinya akan menjadi teladan bagi teman sebaya, penyebar informasi, dan pengingat bahwa aturan hukum ada untuk melindungi, bukan mengekang,” tambahnya.
Pemkot Tidore juga menyampaikan terima kasih kepada para kepala sekolah dan guru atas dedikasi mereka dalam membimbing siswa. Ismail berharap pembinaan kesadaran hukum ini dapat diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Soasio yang diwakili Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Didi Kurniawan, turut mengapresiasi kerja sama sinergis antara Dinas Pendidikan dan Kejari Tidore Kepulauan. Menurutnya, kolaborasi ini membuktikan adanya visi yang sama dalam membangun masa depan generasi muda.
”Sekolah adalah garda terdepan untuk membentuk karakter, moral, dan integritas anak-anak kita. Kita tidak bisa menutup mata bahwa tantangan moral dan hukum di kalangan remaja saat ini kian kompleks,” kata Didi.
Ia menekankan bahwa tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) maupun Dinas Pendidikan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama.
”Melalui kegiatan lomba yang akan dilaksanakan ke depan, kita memberikan edukasi dan kesadaran hukum mulai dari lingkungan sekolah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan jumlah pelajar yang sadar dan taat hukum di Kota Tidore Kepulauan secara signifikan,” jelas Didi.
Acara sosialisasi ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama, perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD terkait, serta para Kepala Sekolah dan guru pendamping SMP/MTs se-Kota Tidore Kepulauan.










