Overload Jadi Sebab Sering Mati Lampu, Simon : Harap Pemda Halteng Minta PT. IWIP Tambah Kapasitas PLN

Foto Tokoh masyarakat Weda Tengah, Simon Burnama (Foto;dok.istimewa)

WEDA – Ternyata salah satu penyebab sering terjadinya pemadaman lampu di wilayah Kecamatan Weda Tengah, Weda Utara dan sekitarnya lantara konsumsi listrik sudah melebih kapasitas yang disediakan oleh PLT dan PT. IWIP lewat kerja sama kurang lebih dua tahun ini.

Hal itu membuat salah satu tokoh masyarakat Weda Tengah, Simon Burnama mengeluhkan hal tersebut dan meminta kepada pemerintah Halmahera Tengah agar segera melakukan komunikasi dengan pihak PLN dan PT. IWIP agar mengatasi masalah pemadaman tersebut.

Simon yang juga tim sukses IMS-ADIL Kecamatan Weda Tengah itu mengaku pemadaman lampu di wilayah lingkar industri pertambangan PT. IWIP disebabkan karena pemakaian telah melebihi kapasitas listrik yang disediakan.

Dikatakannya, bahwa kerja sama antara PLN dengan PT. IWIP itu sebesar 5 megawatt, namun saat ini telah melebihi kapasitas itu. Hal itu diketahui setelah pihaknya meminta keterangan dari petugas lapangan PLN, yang menyebutkan kapasitas pemakaian sudah melebihi batas atau sudah overload. “Kontrak kerja sama pihak PT. IWIP dan PT.PLN Persero wilayah lingkar tambang itu 5 megawatt namun saat ini sudah melebih kapasitas itu,” ucap Simon.

Saat ini lanjut Simon bahwa informasi dari petugas lapangan PLN pemakaian listrik sudah sampai pada angka 6,8 megawatt. “Ini yang menjadi permasalahan akhirnya banyak gardu yang meledak, dan terjadi pemadaman berjam-jam itu,” lanjutnya.

Dia mengaku akibat dari itu sering mati lampu 5 sampai 8 jam dalam 1 hari. Untuk itu lewat informasi ini bisa menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar secepatnya ditindak lanjuti karena mengingat ini berada pada penghujung tahun maka perlu ada langkah antisipasi untuk persiapan hari raya Natal dan tahun baru. “Kami khawatir jangan sampai kita yang beribadah malam mengalami mati lampu, kasihan desa-desa yang tidak ada genset di gereja,” tukasnya.

Selain itu, Simon melihat persoalan pemadaman listrik itu juga berdampak pada pengusaha lokal yang dominan pemilik kos-kosan dan kontrakan lainnya yang susah dalam pemakaian air ketika terjadi pemadaman terus menerus. “Kami khawatir pemadaman listrik ini membuat banyak karyawan yang akan lari ke Weda, sebab di wilayah Weda Tengah dan Weda Utara penghuni kosan kesulitan mendapat akses air bersih lantaran mesin pompa air (sanyo) tidak bisa digunakan,” katanya.

Problem ini menjadi hal serius sehingga harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Untuk itu kami berharap agar pihak PT. IWIP dan pihak PLN agar dilakukan meeting bersama kami (masyarakat) untuk menyikapi permasalahan ini,” pintanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *