Foto: Ketua FKUB Halteng, Rusli B. M. Dji Husin
WEDA – Menyikapi tindakan kekerasan yang terjadi di desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah pada Senin (9/9/2024) malam tadi membuat Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rusli B.M. Dji Husin angkat bicara.
Kepada media ini, Ketua FKUB Kabupaten Halteng, Rusli B.M. Dji Husin menghimbau kepada seluruh umat beragama di wilayah Halteng khususnya di Kecamatan Weda Tengah agar menjaga kerukunan umat beragama sebagai warisan luhur bangsa. “Toleransi dan saling menghormati adalah kunci kebersamaan kita. Mari kita tunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan dan mari hidup rukun dan damai,” imbau Rusli.
Rusli mengajak seluruh umat beragama untuk terus memperkuat tali silaturahmi, saling menghormati perbedaan keyakinan, dan bersama-sama membangun masyarakat yang harmonis. “Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk menyatukan kita,” ujarnya.
Sebagai warga negara yang baik, mari kita hindari tindakan-tindakan yang dapat memicu perpecahan dan konflik antar umat beragama. “Mari kita jaga keutuhan NKRI dengan menjaga kerukunan umat beragama di negeri Fagogoru,” ucapnya.
Dikatakannya, kerukunan umat beragama adalah harga mati. Sehingga semua pihak harus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa, baik itu ormas keagamaan serta organisasi-organisasi paguyuban yang berada di Kabupaten Halmahera Tengah. “Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Mari kita jadikan lingkungan tempat tinggal kita sebagai contoh nyata kerukunan umat beragama,” pungkasnya.
Ketua FKUB Halteng juga mengaku para tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kerukunan umat beragama. Untuk penting kita bersama-sama menyampaikan pesan-pesan damai dan toleransi kepada umat masing-masing,” tegas Rusli.
“Saya berharap para tokoh agama, ormas, paguyuban dapat menjadi teladan bagi umat dan organisasi dalam menjaga kerukunan dan persatuan,” harap Rusli.
Pentingnya Toleransi
Menjelaskan arti toleransi dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bahaya intoleransi: Menjelaskan dampak negatif dari intoleransi terhadap kehidupan bermasyarakat.
Peran serta masyarakat: Mengajak masyarakat untuk aktif terlibat dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Kerjasama antar umat: Menekankan pentingnya kerjasama antar umat beragama dalam membangun masyarakat yang harmonis.
Nilai-nilai luhur agama: Mengingatkan kembali nilai-nilai luhur agama yang mengajarkan tentang kasih sayang, persaudaraan, dan kedamaian.
“Demikianlah himbauan yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua selalu diberikan petunjuk dan hidayah oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk senantiasa menjaga kerukunan umat beragama. Di Kabupaten Halmahera Tengah Negeri Fagogoru. Amin,” tutup Rusli. (red)










