Jawab Keluhan Masyarakat, Diskominfosandi Bangun Tower Telekomunikasi di Patani Timur, Bupati Halteng Turun Tinjau Lokasi

Halteng – Harapan masyarakat desa Sakam, Kecamatan Patani Timur akan adanya akses internet dan jaringan telekomunikasi yang baik dan lancar bakal terbayar dengan hadirnya tower merah putih setinggi 42 meter.

Pemasangan tower merah putih tersebut bagian dari target Pemda Halteng untuk menjangkau akses internet seluruh wilayah Halteng dan bagian dari respon cepat atas keluhan masyarakat Kecamatan Patani Timur. “Target kami, sebelum 17 Agustus 2026, jaringan sudah aktif dan dapat dinikmati masyarakat Desa Sakam. Semoga kehadiran tower ini membawa kemajuan, mempermudah komunikasi, pendidikan, usaha, dan akses informasi bagi seluruh warga setempat,” ucap Bupati Ikram M Sangadji.

Untuk memastikan pemasangan tower telekomunikasi tersebut berjalan baik, Bupati Ikram melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan Tower Telekomunikasi di Desa Sakam, yang merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan akses layanan telekomunikasi bagi masyarakat di wilayah tersebut, pada Sabtu (30/5/2026) siang tadi.

Sebagaimana diketahui pembangunan tower telekomunikasi setinggi 42 meter tipe Tower SST (Self Supporting Tower) Merah Putih ini berlokasi di Desa Sakam.

Program tersebut dilaksanakan melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Halmahera Tengah.

Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp2,49 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah dari Fraksi Partai Golkar, Aswar Salim dan Rohadi, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Andi Ismail Akbar beserta tim, serta sejumlah pimpinan OPD.

Terkait hal itu juga, masyarakat Desa Sakam selama ini masih menghadapi keterbatasan akses telekomunikasi dan internet akibat kondisi jaringan yang belum memadai..

Sebelumnya, layanan komunikasi hanya ditopang oleh tower mini yang kapasitas dan jangkauannya sangat terbatas sehingga kualitas sinyal sering tidak stabil, terutama pada jam-jam sibuk maupun saat kondisi cuaca kurang mendukung.

Kehadiran tower baru ini diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi yang lebih baik, sekaligus mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Bupati Halmahera Tengah menyampaikan bahwa pembangunan tower tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan akses digital hingga ke wilayah terpencil. “Pemerintah Daerah terus berupaya memastikan seluruh masyarakat Halmahera Tengah dapat menikmati layanan telekomunikasi yang layak. Desa Sakam menjadi salah satu prioritas karena selama ini masyarakat masih mengalami keterbatasan jaringan. Dengan pembangunan tower ini, kami berharap kualitas komunikasi dan akses internet masyarakat akan jauh lebih baik,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Andi Ismail Akbar, menjelaskan bahwa progres pembangunan terus dipantau agar dapat selesai tepat waktu. “Tower yang dibangun memiliki tinggi 42 meter dengan spesifikasi yang mampu menjangkau wilayah lebih luas dibandingkan fasilitas sebelumnya. Sesuai rencana, sebelum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus mendatang, tower ini sudah dapat beroperasi atau on air sehingga masyarakat Desa Sakam dan sekitarnya dapat menikmati layanan jaringan yang lebih optimal,” jelasnya.

Andi juga mengatakan program tersebut telah dimulai hari ini dan sudah dilakukan Mcnol. “Hari ini dilakukan Mcnol pemasangan tower telekomunikasi di desa Sakam,” ucapnya.

Usai meninjau pembangunan tower telekomunikasi, Bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Jembatan Darurat Kali Get yang berada di Desa Sakam, perbatasan Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Halmahera Timur.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut telah masuk dalam perencanaan pemerintah daerah sejak tahun 2024. “Pembangunan jembatan ini sudah kami rencanakan sejak tahun 2024. Insya Allah, apabila tidak ada kendala, pembangunan jembatan permanen akan mulai direalisasikan pada tahun 2027. Ini menjadi kebutuhan penting karena jalur ini merupakan akses penghubung yang sangat strategis bagi masyarakat Halmahera Tengah dan Halmahera Timur,” ungkap Bupati.

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, baik di sektor telekomunikasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *