Peserta study tour dari Burung Indonesia dan Kompas Halsel saat melihat langsung hidroponik milik Rumah Selada Wedana, Jumat (2/5/2025).(Foto:dok:istimewa)
Weda – Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia atau Burung Indonesia dan Komunitas Pelestarian Satwa Sibela (Kompas), Kabupaten Halmahera Selatan melaksanakan study tour di Greenhouse Rumah Selada Wedana, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.
Masing-masing sebanyak 3 orang Perwakilan Burung Indonesia yang tergabung dalam Program Halmahera dan 6 orang anggota Komunitas Pelestarian Satwa Sibela (KOMPAS) dari Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, melaksanakan study tour tersebut.

Study tour di rumah selada wedana.
Kegiatan belajar ini akan berlangsung selama 3 hari, terhitung mulai Jumat 2 Mei sampai 5 Mei 2025.
Menurut Ketua Tim Study Tour, Cut Zul Fatisa Bangun, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas pemuda peduli lingkungan untuk bisa berdikari dan meningkatkan potensi ekonomi yang dapat berpengaruh pada upaya konservasi alam. “Tujuannya adalah menimba ilmu tentang hidroponik, selain itu bisa berdikari dan meningkatkan potensi ekonomi bagi komunitas serta berpengaruh pada upaya konservasi alam,” ucapnya.

Peserta study tour melihat tanaman seledri yang ditanam menggunakan sistem hidroponik oleh greenhouse rumah selada wedana.
Terpisah, Subhan Somola, selaku praktisi hidroponik sekaligus Owner Greenhouse Rumah Selada Wedana mengatakan sangat senang dengan kunjungan Burung Indonesia dan Kompas, Halsel itu. “Saya sangat senang dan welcome bila ada yang mau datang untuk belajar hidroponik di sini (rumah selada wedana,red),” akunya.
Karena selama ini, lanjut Subhan bahwa Rumah Selada Wedana membuka diri bagi siapapun yang mau menimba ilmu tentang pertanian dengan sistim modern dan segala hal yang berhubungan dengan pengelolaan kebun sayur hidroponik.
Sebagai petani hidroponik, Subhan juga berpesan kepada orang muda yang ikut pada studi tour agar dapat melihat pertanian dengan sistem ini sebagai salah satu pekerjaan yang menjanjikan. “Harapannya, mereka dapat melihat pertanian saat ini sebagai salah satu pekerjaan yang sangat menjanjikan tuk digeluti secara baik dan professional. Dengan menetapkan manajemen pertanian yang baik serta punya target yang jelas, petani bisa hasilkan puluhan juta rupiah dari hasil kerja kerasnya,” tutur Subhan (red)










