Bupati Ikram Malan Sangadji saat memimpin upacara HUT Ke 35 Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat (31/10/2025).(Foto:dok.prokopim)
Halteng – “Bersatu Dalam Fagogoru, Berkarya Untuk Halmahera Tengah” yang menjadi tema perayaan HUT Ke 35 Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2025 adalah panggilan bagi seluruh anak negeri agar kembali mempertegas komitmen moral dan sosial untuk membangun daerah ini dengan semangat persaudaraan, solidaritas, dan tanggung jawab bersama.
Begitulah pidato pembuka Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji saat memimpin pelaksanaan upacara pada acara puncak hari jadi kabupaten, pada Jumat (31/10/2025).
Ikram menyampaikan bahwa Fagogoru adalah pesan moral bahwa kemajuan tidak lahir dari keserakahan, tetapi dari kebersamaan. “Bukan dari kekuasaan, tetapi dari keikhlasan untuk membagi, bekerja, dan melayani,” pungkasnya.
“Sejak saya di tunjuk sebagai Pj. Bupati Halmahera Tengah pada Desember 2022 dan mulai bekerja di awal tahun 2023, saya menemukan banyak sekali problem yang menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi penyelenggaraan pemerintahan di daerah ini,” katanya.

Foto: Bupati Ikram M Sangadji menyapa Sekda Bahri Sudirman dan tamu lainnya.
“Kita diperhadapkan dengan tingginya angka kemiskinan, inflasi yang tak terkendali, BUMD dan UMKM lokal yang tidak berdaya, problem sampah yang sudah bersifat antropogenik, problem pendidikan dimana ada anak SMP yang tidak bisa membaca, kesehatan masyarakat yang belum tertangani secara optimal,” ucapnya.
Dikatakannya, APBD yang tidak sehat dengan devisit keuangan yang mencapai 300 milyar, daya beli masyarakat yang rendah dan masih banyak problem lainnya yang teridentifikasi dan perlu penanganan serius oleh Pemerintah Daerah. “Melihat banyaknya problem sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lainnya, saya kemudian merasa tertantang dan berkomitmen bahwa saya harus memimpin daerah ini dengan hati yang ikhlas untuk menyelesaikan problem-problem ini dan mengangkat derajat hidup rakyat Halmahera Tengah menuju kesejahteraan,” bebernya.

“Foto: Foto bersama.
“Dan Alhamdulillah atas izin dan Ridha Allah SWT, hari ini saya berdiri disini di hadapan seluruh rakyat Halmahera Tengah sebagai Bupati definitif yang terpilih dalam proses politik yang berkualitas, transparan, jujur dan adil untuk menahkodai Negeri Fagogoru dengan cita-cita besar sebagaimana tertuang dalam visi Transformasi Nilai Fagogoru, menuju Halmahera Tengah sejahtera, mandiri dan maju,” ujarnya.
Ikram juga mengatakan, dalam rentang waktu 3 tahun sejak 2023 sampai 2025 ini, kita semua telah bersama menempuh lompatan besar dalam pembangunan. “Hasil nyata dari kerja cerdas, inovatif dan kolaboratif telah menghasilkan berbagai capaian,” terangnya.
Berbagai capaian itu diantaranya:
1. Dalam rilis BPS pada Agustus 2025, angka kemiskinan Halmahera Tengah turun dari 12 % di tahun 2022 menjadi 9,17 % di tahun 2025.
Bahkan dalam rakor bersama Bappeda Provinsi Maluku Utara, kemiskinan ekstrem Kabupaten Halmahera Tengah kini berada pada kisaran 6 %. “Angka terendah sepanjang sejarah daerah ini,” tukasnya.

Foto: Penyerahan bantuan 1 unit mobil ambulans dari Bank Maluku Malut kepada Pemda Halteng yang diterima lansung Bupati Ikram M Sangadji didampingi Wakil Bupati Ahlan Djumadil dan Sekda Bahri Sudirman.
2. Capaian program layanan kesehatan yang berkelanjutan menunjukan hasil yang sangat signifikan dalam menekan angka prevalensi stunting meliputi: 1. Data SSGI angka prevalensi stunting turun signifikan dari 29,5% (2023) menjadi 19,7% (2024). 2. Data sigizi angka prevalensi stunting turun signifikan dari 12,44% (2023) menjadi 2,9% (2024). 3. Jumlah 1.754 jiwa didaftarkan ke BPJS, yang terdiri nelayan (847 orang), aparatur desa (793 orang), dan pekerja rentan (610 orang). 4. Total 94.715 jiwa terlindungi BPJS Ketenagakerjaan Besaran anggaran Rp 41.000.000.000. 5. Angka inflasi terkendali dari 5 % di awal tahun 2023 turun sampai titik terendah pada angka minus 1,21 di bulan September 2025. Kita mengalami deflasi + 1,21 %. “Ini menunjukkan bahwa harga komoditas di Halmahera Tengah terkendali dan daya beli masyarakat tinggi,” urainya.
Tek itu saja, Ikram menyebutkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi daerah juga menunjukkan kinerja yang mengesankan Nilai mencapai angka 18.40 %. “Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat signifikan dari Rp3,29 triliun pada tahun 2020 menjadi lebih dari Rp42,8 triliun pada tahun 2024,” sebutnya.
Dan ke 5 adalah Pengelolaan APBD Halmahera Tengah yang mulai sehat sejak tahun 2023 dengan zero devisit. “Menunjukkan keseriusan kita untuk membenahi tata kelola keuangan dan pendapatan daerah yang akuntabel. Hal ini terbukti dengan Opini WTP dari BPK yang kita peroleh berturut-turut dari 2023, 2024 dan 2025,” terangnya.
Bupati Halteng juga mengatakan seluruh capaian yang telah diperoleh secara bersama-sama mulai dari penurunan angka kemiskinan, penurunan angka prevalensi stunting, dan pengendalian inflasi hingga pertumbuhan ekonomi dan tata kelola keuangan yang baik ini bukan sekadar angka statistik, tetapi wujud nyata dari kerja kolektif antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat yang saling menopang dengan berpegang teguh pada nilai Fagogoru. “Sejak 2023 sampai dengan tahun 2025 kita telah merancang program dan kegiatan dan anggaran yang terukur dengan capaian.
Hal itu meliputi:
1. Pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) sebanyak 2.383 unit dengan total anggaran Rp. 262 milyar lebih.
2. Insentif sosial bagi penduduk rentan meliputi pemberian insentif Janda (orang tua tunggal), lansia, anak yatim dan disabilitas dengan total sasaran sebanyak 2.945 orang dengan total anggaran sebesar Rp. 17 milyar lebih.
3. Peningkatan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui sebagai salah satu upaya peningkatan gizi masyarakat dan jaminan kesehatan ibu dan anak serta upaya penurunan angka stunting dengan memberikan insentif dengan capaian sasaran sebanyak 5.765 orang dengan total anggaran Rp. 7.176.500.000 (tujuh milyar lebih).
Lebih lanjut Ikram mengaku Pemda Halteng juga telah melakukan Optimalisasi Layanan Posyandu, Perbaikan sarana dan prasarana RSUD dan Puskesmas serta Peningkatan kapasitas SDM Tenaga Kesehatan melalui Diklat, Magang dan studi banding.
Penyelenggaraan pendidikan gratis mulai dari tingkat PAUD hingga SMP serta bantuan seragam bagi siswa di seluruh tingkatan satuan pendidikan termasuk memfasilitasi metode pembelajaran matematika Gasing bagi siswa di Halmahera Tengah yang telah berhasil mengangkat nama Halmahera tengah di kancah nasional maupun regional Asia Tenggara.
5. Meningkatkan keterampilan bahasa Inggris dan Mandarin bagi generasi muda Halteng.
6. Bahkan sejak 2023 – 2025, kita telah beasiswa melanjutkan studi di perguruan tinggi dengan total mahasiswa penerima beasiswa sebanyak 3.471 dan total anggaran sebanyak Rp 31.000.000.000 dengan rincian:
– Pendidikan untuk S2 sebanyak 407 orang.
– Pendidikan untuk S1 sebanyak 3.012 orang.
– Pendidikan untuk S3 8 orang
– Pendidikan dokter spesialis 3 orang.
– Pendidikan kedokteran 41 orang
7. Pemberian stimulus modal usaha kepada UMKM dan Home Industri: sejak tahun 2023 – 2025 mencakup 3.419 pelaku usaha kecil dan menengah maupun pelaku home industri dengan total anggaran Rp. 14.409.550.000 (empat milyar empat ratus sembilan juta lima ratus lima puluh ribu rupiah)
8. Dalam rangka meningkatkan kinerja ASN dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, kita telah menetapkan peningkatan Kesejahteraan ASN dengan menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dengan nominal tertinggi dan paling tinggi se provinsi Maluku Utara.
9. Untuk mendukung program strategis Bapak Presiden Republik Indonesia, Pemda Halmahera Tengah telah melaksanakan Pembentukan Koperasi Merah Putih di 61 Desa, Mendirikan Sekolah Terpadu SMP 25, mendorong percepatan capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis dimana Halmahera Tengah berhasil mengungguli Kabupaten/Kota lain dalam pencapaian PKG dengan presentase tertinggi sebesar 57, 03 % dan telah mencapai target nasional.
Dari keseluruhan program/kegiatan dan capaian yang digambarkan itu menunjukkan bahwa semua ini adalah bentuk nyata kerja kita untuk memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kita patut bersyukur atas kemajuan ini, tetapi kita juga harus rendah hati karena perjalanan pengabdian kita belum selesai,” akunya.
Meski demikian, Bupati mengaku dari berbagai capaian dan kesuksesan itu, masih ada keluarga yang harus dibebaskan dari kemiskinan, masih ada anak yang menanti ruang belajar yang layak, masih ada pesisir yang memerlukan perlindungan, dan masih ada desa yang menunggu sentuhan infrastruktur dasar. “Tugas kita adalah memastikan bahwa setiap kebijakan dan setiap rupiah pembangunan membawa manfaat bagi manusia bukan sekadar bagi angka dalam laporan,” katanya lagi.
Bupati juga mengatakan untuk mencapai Halmahera Tengah yang sejahtera, mandiri dan maju, sebagaimana visi yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029 maka seluruh stakeholder pembangunan harus memiliki niat yang tulus, hati yang bersih dan ikhlas. (red)


















