AE Tong Coffee Cup 2026, Ardiansyah Fauji : PORDI Malut Hidupi UMKM di Kota Tidore

Seorang Muhammad Sinen (Ketua PORDI Malut/Walikota Tikep) dalam mitologi Yunani adalah sebagai Midas dan sekaligus Casandra. “Dimana Midas itu dalam mitologi Yunani apa saja yang dia sentuh dan pegang akan berubah menjadi emas baik itu batu, kayu dan lainnya akan menjadi emas,” Ardiansyah Fauji.

Tidore – Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Maluku Utara terbukti mampu menghidupkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) khususnya di Kota Tidore melalui penyelenggaraan turnamen domino berskala besar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Askot PSSI Tidore Kepulauan Ardiansyah Fauji saat menyampaikan sambutan pada Event Domino Game AE Tong Coffee CUP 2026 di Tidore, pada Jumat (24/4/2026) malam tadi.

Ardiansyah menyampaikan bahwa event ini tercatat sebanyak 150 pasangan atau 300 orang yang akan bertanding selama kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan. “AE Tong Coffee Cup 2026 ini akan berlangsung beberapa hari ke depan dengan memperebutkan total bonus sebesar 50 juta rupiah,” ucap Ardiansyah.

Sebagai prolog dalam sambutan itu juga Ardian biasa Ketua Komisi III DPRD Tikep itu disapa menyampaikan dimana dirinya sering menyebutkan bahwa seorang Muhammad Sinen (Ketua PORDI Malut/Walikota Tikep) dalam mitologi Yunani adalah sebagai Midas dan sekaligus Casandra. “Dimana Midas itu dalam mitologi Yunani apa saja yang dia sentuh dan pegang akan berubah menjadi emas baik itu batu, kayu dan lainnya akan menjadi emas,” ucapnya.

“Dan dia sebagai Casandra dalam pengertian saya adalah seorang yang mampu melihat masa depan, tetapi dikutuk untuk tidak dipercaya,” tandasnya.

Ardiansyah mengaku dirinya termasuk orang yang tidak percaya ketika 10 tahun lalu, 1 tahun sebelum Muhammad Sinen mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Walikota pertama, dia menyampaikan ke saya (waktu itu dia masih menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Tikep). “Dia (Muhammad Sinen) menyampaikan bahwa saya akan menjadi Wakil Walikota, tapi saya tidak percaya dan melawan beliau saat itu. Dan buktinya fakta dan takdir beliau terpilih,” tukasnya.

Yang kedua, lanjut Ardiansyah ketika beliau (Muhammad Sinen) menjadi ketua POIRDI, beliau menyampaikan kepadanya bahwa PORDI Malut akan menjadi permainan yang paling populer di Malut khususnya di Tidore. “Dan lagi-lagi saya tidak percaya, tetapi saat beliau dilantik, even-even domino itu tumbuh. Dan hari ini ketika disurvei Domino menjadi permainan yang paling populer di kalangan masyarakat,” pungkasnya.

Ardian mengatakan dirinya berkewajiban menyampaikan bahwa domino pertama kali ditemukan pada abad 12 di Tiongkok, oleh seorang negarawan besar, seorang ksatria kala itu. “Permainan ini diciptakan agar tentara yang berada di medan perang tidak merasa ngantuk atau tertidur, dan dengan domino mereka bermain sambil berjaga-jaga denga jumlah domino 32 keping,” katanya.

Kemudian lanjut Ardian di abad ke 16 Domino hijrah ke Eropa lewat Italia, terus masuk ke Perancis yang kita kenal sekarang 28 keping dan menjadi permainan modern hari ini. “Domino ketika itu dimainkan oleh para bangsawan. Dan hari ini menjadi salah satu Cabang Olahraga di Indonesia,” ujarnya.

Politisi PDIP Maluku Utara itu juga menjelaskan bahwa permainan domino yang diperlombakan juga memiliki efek domino yang sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi kecil.

Kala itu, kata Ardian, Presiden Amerika Serikat Dwight D. Eisenhower yang mempopulerkan teori efek domino menjadi dasar kebijakan luar negeri AS yang signifikan selama Perang Dingin, khususnya dalam keterlibatan AS di Perang Vietnam. “Yang dalam catatan sejarah perang faktanya Amerika Serika kalah melawan Vietnam saat itu,” ujarnya.

Selain itu juga efek domino ketika krisis 1998 di Indonesia, waktu itu Asia dan Asia Tenggara PDB (Pendapatan Domestik Bruto) tumbuh 8 sampai 12 persen, kemudian tiba-tiba ada satu kejadian kecil, jatuhnya mata uang Bath Thailand. “Orang menganggap bahwa jatuhnya mata uang Bath ini tidak akan mempengaruhi Asia tapi apa yang terjadi ketika mata uang Bath jatuh itu sampai ke Indonesia dan terjadi krisis 98,” tandasnya.

Dalam uraiannya itu, Ardian ingin mengatakan satu hal penting even ini digelar disebuah Coffee yang namanya Tong Coffee. Di dalam Tong Coffee itu menghidupkan beberapa karyawan. “Saya ingin cerita dan ini menjadi penting dan pengingat buat kita semua sehingga orang tidak menganggap even-even domino itu even yang sepele,” tegasnya.

Ardian juga mengisahkan, dirinya bersama beberapa rekan pencinta domino mulai aktif main domino ketika Ramadhan kemarin. Dimana saat Ramadhan, seluruh UMKM dibuka pada malam hari saja. Dan apa yang terjadi, ketika puasa memasuki hari ke 12, Owner Tong Coffee, M. Zulham dan D’Facto pusing 7 keliling memikirkan bagaimana membayar gaji dan THR karyawannya. “Tong Coffee itu ada dibuat oleh Perindagkop ketika selesai Pandemi Covid19. Maksudnya apa, agar ekonomi kecil kita tumbuh. Dan saat Ramadhan kemarin problem itu muncul perihal pendapatan,” kisahnya.

Cerita ini saya ingin sampaikan di sini ketika Owner Tong Coffee itu pusing memikirkan hal itu, di tengah himpitan ekonomi dan untuk menghidupi api di dapur-dapur pegawainya, M. Zulham kemudian datang ke Walikota Muhammad Sinen sebagai Ketua PORDI Malut agar bermain domino di Tong Coffee. “Dan apa yang terjadi, dari kedatangan Walikota sambil bermain domino, disitulah mulai para pengunjung lain turut hadir dan memesan satu dua gelas kopi,” jelasnya.

“Dari permainan domino itulah kemudian owner Tong Coffee mampu membayar gaji dan THR 3 orang pegawainya degan aman,” akunya.

Dari kisah itu, Ardian ingin mengatakan bahwa PORDI memiliki efek domino yang mampu menghidupi UMKM. “Jadi kalau kemudian ada orang menganggap ini even kecil itu keliru,” tuturnya.

Ardian juga mengaku Event Domino Game AE Tong Coffee Cup 2026 menghadirkan bonus Rp.50.000.000 berasal dari Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen. “Anda tahu 50 juta yang keluar malam ini akan menjadi uang yang masuk ke pelaku UMKM seperti Tong Coffee, masuk ke kantong-kantong orang yang bermain pada malam ini. Tetapi uang itu tidak hanya dinikmati oleh pegawai Tong Coffee saja, bukan cuma dinikmati oleh mereka yang meraih juara 1 sampai juara 16. Tetapi uang itu akan turun sampai ke masyarakat bawah, ketika membeli cabai, ikan, dan kebutuhan pokok lainnya,” bebernya.

Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang dipotong habis-habisan oleh pemerintah pusat, PORDI kemudian hadir memberi cahaya terang dengan menggerakkan roda ekonomi 1 hingga 2 bulan ke depan. “Dari 150 ribu uang pendaftaran itu akan terbeli rica (cabai) di pasar, bawang dan itu bisa dirasakan oleh masyarakat kita,” tandasnya.

Ardian juga menambahkan bahwa spesial Event Domino Game yang dipertandingkan kali ini seluruh wasitnya adalah perempuan. “Ingin saya tambahkan bahwa pertandingan Domino kali ini seluruh wasitnya adalah perempuan. Jadi teman-teman peserta laki-laki yang bertanding harus fokus, karena wasitnya perempuan dan cantik-cantik,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *