SENJA di Weda Kota, tepatnya di taman Kota Weda berbeda dari biasanya, suasana Jumat 8 Maret 2024 sore itu tampak sekelompok ibu-ibu (mama-mama) berkumpul mengantri pencabutan nomor lotre untuk penjualan takjil yang disediakan pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah selama bulan suci Ramadhan.
Suasana kekeluargaan itu tampak sosok Penjabat Bupati Ikram M. Sangadji (IMS) bersama asisten, staf ahli dan pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) turun langsung menyiapkan tempat berjualan takjil dan makanan siap saji untuk buka puasa dan makanan sahur yang disediakan untuk ibu-ibu atau mama-mama.
Berada di samping Masjid Agung Darussalam Weda, Penjabat Bupati Halteng, Ikram M Sangadji tidak lagi asing bagi masyarakat Fagogoru. Ia selalu berda di tengah-tengah masyarakat dengan penamilan sederhana, komunikatif dan penuh canda membuat tidak ada jarak antara dirinya sebagai Pj Bupati dengan masyarakat khususnya ibu-ibu alias mama-mama.
Ramadhan yang kedua kalinya ini, IMS kembali bersua dengan mama-mama Weda Kota, Ia dikerumuni ibu-ibu yang penasaran untuk mendapatkan nomor meja melalui undian (cabut lotre) alias cabulot. Namanya kaum ibu pasti tidak akan diam untuk menerima sesuatu tanpa complain. IMS memahami itu, dan tidak membuat jarak sama sekali, bahkan dirinya turun langsung mengundi atau cabulot bagi mama-mama yang penasaran.
Karakter itu yang selalu menjadi panutan terlihat nyata dari cara menyapa, berbicara dan tak lupa senyumannya yang khas.
Penjabat Bupati yang dikenal karena senyum dan fisiknya yang kuat serta hobi jogging itu semakin akrab dengan masyarakat. IMS selalu memulai sesuatu dengan sapaan dan candaan.
Pria bermarga Sangadji yang menjabat sebagai Pj Bupati Halteng sejak 26 Desember 2022 itu ditugaskan Menteri Dalam Negeri, selalu bisa menyelesaikan masalah dengan cepat dan diterima oleh masyarakat. “Kata orang Halteng musti pak Pj baru tong mau dengar, bicara A akang A sudah tra berubah. Tong pi bakudapa me bebas (kami ketemua juga bebas), itu paa (iya) tong (kami) wa paitua (beliau) me dia (Pj Buati) balas,” ujar salah satu mama-mama ditengah kerumunan mengantri lotre nomor meja.

Menariknya Pj Bupati bagitu sabar mengatur undian nomor meja untuk (ibu-ibu) penjual takjil hingga selesai. “Pak Pj. tuh dia sabar dan mau dengar torang, dia perhatian pa torang, itu paa, ngoni lia tuh tong baribut me dia tara marah. (Pak Pj Bupati itu orangnya sabar, dan mau dengar keluhan warga, juga perhatian. Buktinya kami berisik saat antri cabut lotre Pak Bupati tidak marah, tetap melayani kami sampai selesai),” timpal salah satu ibu penjual kue yang mengantri nomor mejanya.
“Lia tuh ehh paitua yang tulis deng pangge tong pe nama. Ada juga beberapa mama-mama yang menyambung pembicaraan sebelumnya, kasiang dia dari kantor langsung kamari ator pa torang. (Lihat saja, beliau yang tulis dan panggil nama. Ada juga beberapa mama-mama yang meyambung pembicaraan sebelumnya, kasing Beliau dari kantor langsung hadir mengatur kita semua dengan tertib,” tambanya lagi.
Dengan sabar Pj dan timnya menghadapi pembicaraan dan riuhnya suara ibu-ibu. Hal itu bukan hal baru dan langka setelah Pj Bupati Ikram M Sangadji berada di bumi Fagogoru. “Mama-mama tak perlu khawatir dan berebut konsumen, tempat berjuaan itu penting tapi jauh lebih penting adalah jualan harus enak, sesuai selera pembeli takjil dan makanan sahur, kemasannya harus bagus dan bersih,” ucap Kabag Ekbang, Nurlela saat mendampingi Pj Bupati.
Kabag Ekbang menyampaikan Kota Weda saat ini sudah berubah, konsumen bukan hanya warga Weda dan Patani saja, warga Weda sudah majemuk penuh dengan berbagai suku jadi jualan juga harus lebih variatif dan cita rasa lebih nasional.
Senada Kadis DLH Rivani Abdurrajak, dan Erna salah satu Kabid di Dinas Perindakop, menyiapkan tempat sampah. “Jadi harus jaga kebersihan, tenda dan lampu listrik disediakan, jadi jualan sampai malam juga boleh, khusus untuk meja jualan harus dibawa sendiri dari rumah,” ucap Rivani.
“Jangan berebutan tempat harus sesuai urutan nomor karena ibu-ibu lah yang mengambil nomor undian kata pak Ahmad Bayan Staf Ahli Bupati,” katanya.
Lokasi penjualan takjil tersebut akan dijadikan kampung ramadhan, bahka tidak sekedar berjualan takjil, Pemda juga akan menyediakn door prize jilbab, baju koko, gamis, daster. Iringan musik ramadhan sebagai suprise ramadhan 2024. “Selain berjualan takjil, lokasi itu akan dijadikan kampung Ramadhan sehingga aka nada doorprize dan sebagainya,” ucap Pj Bupati IMS.
“Selamat memasuki bulan Ramadhan 1445 H dan menunaikan ibadah puasa, bulan penuh magfirah. Maaf lahir dan batin, semoga kita semua selalu sehat walafiat dan bersatu dalam bingkai kemajemukan,” tutup IMS. (***)










