Terkait Dugaan Pungli dan Ancam Siswa, Ketua Komite Sekolah Yamin Sarif: Informasi Itu Tidak Benar

Rapat Komite Sekolah bersama para guru dan orang tua siswa, Senin (16/6/2025).(Foto:dok:ZT)

Oba – Ketua Komite SDN 2 Payahe Yamin Sarif akhirnya bersuara terkait dugaan pungutan liar yang diberitakan terjadi di SDN 2 Payahe.

Kepada media ini, Yamin Sarif menjelaskan bahwa berita tersebut tidak benar adanya. Apalagi diberitakan ada ancaman kepada 4 siswa kelas 2 yang dikeluarkan dari ruang kelas lantaran menunggak uang Komite. “Berita itu tidak benar. Jadi perlu kami klarifikasi,” ucapnya.

“Bahkan ada 4 orang siswa dikeluarkan dari ruangan itu juga tidak benar. Saya sudah klarifikasi ke semua guru-guru tapi tidak ada yang demikian,” akunya.

Yamin mengaku sebagai Ketua Komite dirinya langsung mengundang pihak sekolah dalam hal ini para guru dan orang tua wali murid untuk mengadakan rapat. “Dan pengakuan para guru dalam rapat itu seluruh guru mengaku tidak ada yang mengeluarkan murid dari ruangan belajar,” terangnya.

Lebih lanjut Yamin menjelaskan perihal permintaan uang Rp10.000 kepada siswa setiap bulan merupakan kesepakatan antara orang tua siswa dengan pihak komite, tanpa melibatkan pihak sekolah. “Terkait uang sepuluh ribu, itu kesepakatan antara orang tua siswa dan komite untuk uang kebersihan,” sebutnya.

“Jadi sekali lagi uang sepuluh ribu itu kesepakatan komite dan orang tua siswa sejak 22 Juni 2024 lalu. Dan sejauh ini tidak ada komplain dari orang tua siswa,” sebutnya.

Selain itu juga lanjut Yamin dalam rapat orang tua wali murid, pihak sekolah dan komite pada Senin (16/6/2025) tadi pungutan tersebut akan dihentikan. “Komite sekolah suda bikin rapat dengan orang tua murid. Dan orang tua sudah sepakat pungutan 10 ribu itu dihentikan,” tambahnya.

“Jadi sekali lagi berita yang telah beredar dan perlu kami sampaikan itu tidak benar,” pungkasnya.

Terkait itu juga, selaku Ketua Komite SDN 2 Payahe dirinya meminta orang tua wali murid jika ada masalah menyangkut kebijakan sekolah agar bisa disampaikan ke Komite Sekolah agar bisa diselesaikan, jangan langsung disebarkan informasi tanpa konfirmasi terlebih dahulu. “Saya minta orang tua wali jika ada masalah tolong sampaikan ke komite sekolah jangan langsung sebarkan informasi tanpa konfirmasi,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *