Kebijakan Pendidikan Gratis IMS-ADIL Sangat Spektakuler, Munawar Syah : Ini Menjadi Titik Sejarah Kebijakan Yang Pro Kepentingan SDM

Logo FM-Merah Putih Halmahera Tengah.(Foto:dok:pribadi)

Weda – Tampaknya kritik atas kebijakan pendidikan gratis yang digalakkan oleh Bupati Ikram M Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil (IMS-ADIL) patut dipertanyakan atas orang yang mengkritisi itu.

Meski demikian, sebuah kegelisahan salah satu mahasiswa asal Halmahera Tengah terkait kritik pendidikan gratis ala IMS-Adil (Bupati dan Wakil Bupati) Halmahera Tengah disikapi dingin oleh Munawar Syah.

Menurut Pembina FM-Merah Putih Halmahera Tengah itu menyampaikan bahwa memang dalam kebijakan daerah kritik menjadi lumrah, jika masih ada kekeliruan didalamnya sehingga nanti dievakuasi kembali. “Namun kiranya sepanjang kritik yang disampaikan harus objektif,” jelas Munawar kepada awak media ini.

Dikatakannya, namun upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan terhadap akses dan meringankan beban biaya orang tua lewat beasiswa gratis Pemda Halteng telah direalisasi bahkan suda tanda tangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan universitas di Maluku Utara. “Dan banyak mahasiswa Halteng yang suda menikmati itu,” jelasnya.

Menurut Munawar bahwa hal yang patut diapresiasi adalah langkah yang diambil pemerintah Halteng dibawah komando Bupati Ikram M Sangadji dan Wabup Ahlan Djumadil untuk komitmen pendidikan sangatlah spektakuler. “Ini menjadi titik sejarah kebijakan di daerah yang pro terhadap kepentingan generasi akan sumber daya manusia,” tegasnya.

Kebijakan bantuan studi awal dan akhir hinga beasiswa Strata Satu (S1), Strata Dua (S2) hingga jenjang Strata Tiga (S3) gratis akan terus berlangsung secara sustainable.

Munawar menjelaskan kebijakan Sustainable Human Development adalah konsep pembangunan yang menekankan pada peningkatan kualitas hidup manusia secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. “Konsep ini mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk memastikan pembangunan yang adil dan lestari,” pungkasnya.

Lebih lanjut Munawar mengaku kebijakan pendidikan gratis yang dijalankan Pemda Halteng saat ini ada sebuah program nyata dan dirasakan langsung oleh anak daerah yang lanjut studi di perguruan tinggi. “Jadi kalao ada yang keberatan dan berbicara di luar sana terkait program pendidikan gratis ini berati dirinya terlalu banyak tidur miring, sehingga merasa keberatan dengan kebijakan tersebut,” tuturnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *