Kembali Panen Jagung dan Sayur

IMS Minta Kadis dan Staf Berkantor di Lapangan Dampingi Petani

Foto: PJ Bupati Ikram Malan Sangadji saat melakukan panen jagung dan sayur di Desa Kluting Jaya

WEDA – Untuk kesekian kalinya Penjabat Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji (IMS) melakukan panen jagung dan sayur.

Kali ini PJ Bupati Ikram Malan Sangadji bersama Ketua DPRD Sakir Ahmad, Kapolres AKBP Faidil Zikri, Kajari Yuana Nurhisyam melakukan panen jagung dan sayuran di Desa Kluting Jaya, Kecamatan Weda Selatan, Sabtu (13/5/2023) pagi tadi.

Panen jagung dan sayuran tersebut milik kelompok masyarakat desa Kluting Jaya di bawah binaan Dinas Pertanian.

Terkait hal itu, IMS menyampaikan terimakasih kepada Kadis Pertanian Yusmar Ohorella dan seluruh timnya yang kembali melakukan panen. “Pokoknya tanam, pohon, sayur satu batang pun itu ada manfaat, tanam saja. Kalau tanam pasti tong makan sayur, kalau tidak tanam tong beli sayur. Jadi kuncinya gitu, apapun hasilnya tanaman saja, kerjakan dulu,” tegas IMS.

IMS bilang, proses ini dari hulu sampe di hilir, apa yang mau diharapkan jika sampai di hilir tidak tidak ada (tanaman holtikultura) itu bagaimana. “Untuk itu berapapun lahan, saya harap pak kadis dan teman-teman di dinas pertanian tanam saja. Nanti kalau ada inovasi atau tanaman apalagi yang mau tong kembangkan silahkan,” ucapnya.

Kenapa saya fokus di Weda Selatan, karena kedepan akan dibangun irigasi. “Kalau irigasi sudah ada baru torang bicara mengenai beras, sekarang torang tanam beras kan belum optimal. Nanti saat irigasinya jadi maka Weda Selatan menjadi sentral beras,” ujarnya.

Apabila Halteng sudah memiliki sentra beras maka tidak ada lagi beras disuplai dari luar Halteng. “Harapan kedepan saya seperti itu. Karena Weda Selatan ini ibarat tongkat kayu dan batu saja jadi tanaman. Tapi kalau torang hanya haga saja pa dia akan tara jadi. Untuk itu harus terus bergerak bersama petani,” pungkasnya.

PJ Bupati juga meminta kepada Kadis Pertanian dan timnya agar terus menerus melakukan penanaman holtikultura itu. “Pegawai dinas pertanian tidak usah berkantor, tapi berkantor di lapangan bersama petani,” terangnya.

IMS mengaku persoalan administrasi itu bisa kerja dilapangan. Yang penting berkantor di lapangan bersama petani. “Tapi kalau masuk kantor cuma haga-haga bagosip. Tarusa masuk kantor juga tra apa-apa, yang penting ada hasil seperti ini (panen jagung dan sayuran),” pungkasnya.

“Cuma perikanan saya tara bisa suru dong tarusa masuk kantor, me tarada (tidak ada) rumah di laut,” canda IMS saat pemanenan.

Lin hal dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan harus di split. Dinas Pertanian di lahan yang besar. “Dinas Ketpang di lahan yang kecil terbatas di pekarangan-pekarangan penduduk nanti bekerjasama dengan PKK,” ujarnya.

Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Kemenko Marves juga berterimakasih kepada kelompok masyarakat yang sudah mau bekerjasama dengan Dinas Pertanian. “Untuk itu sekali lagi saya sampaikan ke seluruh pegawai Dinas Pertanian bahwa tidak ada ngoni pe absen. Yang penting kerja di lapangan tanam dan panen,” tegasnya lagi.

“Insya’allah torang samua dalam kondisi sehat, bahagia, saling jaga, saling ikhtiar dan berpijak pada tugas dan fungsi masing-masing,” ujar IMS mengakhiri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *