SUDAH direncanakan akhir tahun ini akan dilakukan ground breaking monumen Mobrig Weda yang lokasinya di bawah bukit Loiteglas. “Saya akan membuat monumen sebagai bukti sejarah keberadaan Satuan Kompi Senapan C Mobrig Weda yang ikut berjuang membebaskan Irian Barat untuk masuk kedalam NKRI yang saat itu digaungkan oleh Bung Karno Presiden Pertama RI,” pungkas Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Kemenko Marves.
WEDA – Penjabat Bupati Ikram Malan Sangadji (IMS) merasa senang dapat berkontribusi terhadap kesatuan Brimob lebih khusus satuan Brimod Polda Maluku Utara.
Sebagai anak mantan anggota Brimob yang dulunya dikenal dengan Mobile Brigade (Mobrig) bahkan pernah bertugas di Weda dalam perjuangan pembebasan Irian Barat Tahun 1962-1963.
Menurut IMS, bahwa bukti Loiteglas kediaman Bupati Halmahera Tengah adalah lokasi latihan menembak atau dikenal dengan Skep Mobrig dimana bapaknya bagian dari Satuan Kompi Senapan C di Weda. “Hibah lahan tersebut sebagai bagian dari dukungan Pemda Halmahera Tengah untuk meningkatkan peran aparat keamanan menjaga stabilitas keamanan di negeri Fagogoru,” jelas IMS.

Bahkan sudah direncanakan akhir tahun ini akan dilakukan ground breaking monumen Mobrig Weda yang lokasinya di bawah bukit Loiteglas. “Saya akan membuat monumen sebagai bukti sejarah keberadaan Satuan Kompi Senapan C Mobrig Weda yang ikut berjuang membebaskan Irian Barat untuk masuk kedalam NKRI yang saat itu digaungkan oleh Bung Karno Presiden Pertama RI,” pungkas Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Kemenko Marves itu.
Dikatakannya, setiap perjuangan akan ada hasilnya dan setiap sejarah ada kenangannya agar masyarakat ikut bangga bahwa di negeri Fagogoru ada satuan pejuang yang ikut membebaskan Irian Barat untuk masuk ke pangkuan ibu pertiwi. “Saya mendengar banyak cerita langsung dari bapak saya bahwa satuan Mobrig saat itu dikenal berani dan nekat, mulai dari pemberantasan Permesta dan penumpasan G30S PKI. Sambil bercanda IMS mengatakan bahwa mereka berilmu walaupun ukuran tubuhnya tidak setinggi anggota Brimob sekarang ini,” terang IMS.
Jika berada di atas bukit Loiteglas atau melewatinya IMS selalu membayangkan bagaimana kondisi Weda saat itu dan apa yang dikerjakan bapaknya. “Membangun monumen sejarah satuan Mobrig Weda bukan hanya untuk mengenang keberanian satuan tersebut tetap jauh ke depan berharap akan banyak putra putri terbaik Halmahera Tengah menjadi bagian dari kesatuan Brimob,” tutur IMS. (red)










