WEDA – Sebagai upaya stabilisasi harga, Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati HUT Ke-33 Kabupaten Halmahera Tengah.
Penjabat Bupati Ikram M Sangadji mengatakan, Gerakan Pangan Murah dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan parga pangan pokok ditingkat produsen dan konsumen serta memberikan kemudahan aksesibilitas pangan bagi masyarakat, sebagai langkah pengendalian inflasi.
Ia menjelaskan, ini adalah langkah-langkah proaktif Pemerintah Daerah yang perlu didukung semua pihak dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan sekaligus aksesibilitas masyarakat dalam pemenuhan bahan pangan dapat memperoleh harga yang murah dan terjangkau.
Ikram mengimbau kepada masyarakat Halteng dalam kunjugan ke stand tersebut agar bisa memamfaatkan momentum ini untuk berbelanja guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga. “Namun demikian, perlu juga kami ingatkan, berbelanjalah sesuai kebutuhan dan jangan berbelanja berdasarkan keinginan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Fatimah Hasyim menuturkan dalam rangka antisipasi, mitigasi dan pelaksanaan penanggulangan kekurangan pangan yang dapat berdampak pada terjadinya krisis pangan dan gizi, pengendalian inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga. “Hal ini perlu dilakukan kegiatan Gerakan Pangan Murah yang mana pendanaannya ini berasal dari APBD murni Kabupaten Halteng sesuai keinginan bupati melalui program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan,” jelas Fatimah.
Fatimah juga mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan pasar murah ini sebagai arahan bupati dan keputusan deputi ketersediaan dan stabilisasi pangan badan pangan nasional Nomor 6 tahun 2023 sebagai langka penangan inflasi yang selalu di sampaikan oleh Mendagri di setiap zoom meeting inflasi.
Dikatakannya perkembangan data harga pangan stategis menunjukkan adanya kenaikan harga yang signifikan pada komoditas beras, baik beras medium atau beras premium sehingga diperlukan upaya salah satunya dengan melaksanakan GPM secara masif untuk memberikan efek psikologis terhadap harga pangan khususnya beras, gula minyak kelapa, cabe
untuk mengendalikan harga beras nasional) antara lain melalui subsidi harga dan atau transportasi.
Di juga mengaku manfaat dari kegiatan ini adalah memberikan peluang yang seluas luasnya bagi masyarakat dalam mengakses kebutuhan pangan bagi keluarga selain itu juga merupakan intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga pangan. “Sasaran dari GPM ini adalah masyarakat yang rentan terhadap ketahanan pangan dan dampak dari inflasi,” tukasnya.
Sebagaimana diketahui Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan kegiatan GPM ke 2 kalinya dan rencananya akan dilakukan di kecamatan dan desa lainnya. “Insyaallah akan di adakan pasar murah di kecamatan dan desa lainnya sesuai arahan bupati,” akunya.
Lebih lanjut Fatima menggunakan komoditi yang dijual berupa beras SPHP premium ,minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, cabe keriting, tomat, sayuran, umbi umbian, pisang, jagung dan olahan produk UKM pangan lokal binaan ketahanan pangan.
Gerakan Pangan Murah ini masyarakat menyambut dengan antusias degan berbondong bondong ke stand Dinas Ketahanan Pangan.
Salah satu ibu rumah tangga, Ibu Ica mengaku gerakan pasar murah tersebut sangat membantu karena harganya sangat murah. “Sebagai ibu rumah tangga sangat merasa terbantu lewat kegiatan pasar murah ini,” ucapnya.
Senada Ibu Diana dan Ibu Fia menyampaikan rasa terimakasih kepada PJ Bupati Ikram M Sangadji juga Dinas Ketahanan Pangan atas kegiatan pasar murah tersebut. “Kami menyampaikan terimakasih kepada Pak Bupati, karena adanya kegiatan pasar murah ini, kami bisa merasa sangat terbantu sekali,” tuturnya. (red)










