Bupati Halteng Tekankan Kesadaran Kolektif dan Efisiensi Anggaran

Bupati Ikram M Sangadji menyampaikan arahan pada saat apel pagi, Senin (20/10/2025).(Foto:dok.diskominfosandi)

Halteng — Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji (IMS) kembali menekankan pentingnya kesadaran kolektif seluruh aparatur pemerintah daerah dalam memahami tugas dan fungsi, khususnya terkait penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). “Setelah saya cermati, masih banyak OPD yang belum memahami RKA secara utuh,” ucap Bupati.

Bupati juga mengaku anggaran perjalanan dinas di beberapa OPD masih sangat tinggi, ada yang mencapai lebih dari satu miliar. “Ke depan, saya batasi perjalanan dinas maksimal hanya Rp250 juta per OPD,” tegasnya.

Hal itu disampaikan saat memimpin langsung apel pagi lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah yang digelar di halaman Kantor Bupati.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, serta seluruh ASN dan staf lingkup Pemda Halteng.

Bupati juga menyoroti kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan, khususnya kewajiban penguasaan bahasa Inggris sejak SD.

Ia menegaskan bahwa di Halteng, profesi guru harus ditempatkan pada posisi yang paling terhormat. “Tidak boleh ada lagi guru honor di Halmahera Tengah. Pendidikan memiliki tempat yang sangat penting. Guru harus kita hargai, karena mereka adalah pilar pembangunan manusia,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan akan memangkas berbagai kegiatan yang dinilai tidak terlalu penting, seperti bimbingan teknis (bimtek) dan workshop, agar anggaran bisa dialihkan ke program yang lebih prioritas atau menjadi SILPA untuk tahun 2026. “Saya ingin kita semua memahami, apa yang kita kerjakan harus benar-benar untuk rakyat. Saya lebih suka perjalanan dinas ke desa-desa agar sepulangnya bisa langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata,” ucapnya.

Menutup arahannya, Bupati mengingatkan seluruh ASN untuk menghadiri kegiatan zikir bersama pada pukul 14.00 WIT. “Baik muslim maupun non-muslim, semuanya harus hadir. Hari ulang tahun kali ini tidak kita isi dengan acara meriah, tetapi menjadi momentum untuk merenung dan memperkuat kebersamaan,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *